Terengah aku—
Oleh asupan mentah dari lidah-lidah busuk. Manusia-manusia yang saling beradu ucap, Menyembur nama-ku di antara tawa retak mereka. Ucap-ucap itu pahit,
Aku muntahkan tanpa ampun. Biar mereka tahu—
Aku tak sudi menelan racun dalam santapanku. Terlalu penuh lumbung ini,
Oleh kata yang tak tahu malu. Sekiranya hidup hanya sekejap, Biar sekejap itu bersih—
Dan bibir manusia berhenti berlagak Tuh
TRILIA LESTARI
Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2023





