Entah sampai kapan aku bisa siap dengan perpisahan
Sebaik apa pun perpisahan itu berjalan
Hati enggan rasanya menjadi tumpukan
Tumpukan beribu maaf dan jika yang senantiasa berjalan beriringan
Genggaman yang perlahan melonggar
Angan yang ternyata kian buyar
Namanya masih selalu lagi dan lagi ku tata
Meskipun doanya sudah diucap terbata
Harap-harap doa itu masih selalu terhembuskan
Bukan seperti daun jatuh di jalanan
Seperti kata pepatah di luaran
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin”
Begitu juga aku, ingin tetap tinggal meskipun semesta enggan
Atau bahkan kamu sudah tak ingin
Kanaya Auriel Andaristy
Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2023





