Latest Post

YANG KATANYA

Anak bungsu?

Kata siapa anak bungsu hidup dengan kemanjaan?

Kata siapa hidupnya penuh kelimpahan?

Ia adalah wadah dari sisa-sisa harapan

Pewaris retakan yang dipaksa menjadi pilar

Ia dibentuk dari kumpulan luka yang menjadikannya tabah

Sering dijadikan pelampiasan saat dunia enggan untuk berdamai

Tak semua bungsu itu…, tentang tawa dan pinta

Ia dipaksa dewasa tanpa sempat mengecap manja

Ia berdiri di atas kaki yang sering kali gemetar namun dipaksa kokoh, agar dunia tak melihatnya nanar

Di depan ruang keluarga, ia pemberi tawa yang menelan pahit

Menyuguhkan bahagia bagi raga yang tua

Disepelekan karena dicap paling kecil pengetahuan

Padahal…, dialah saksi yang terlupakan

Sepasang matanya adalah perpustakaan luka

Namun… bibirnya dikunci paksa oleh keadaan yang menuntutnya tetap buta

Ia bergelut dengan hati dan pikirannya

Berusaha mengabaikan rasa kecewa, namun… matanya tak bisa berbohong tuk terlihat baik-baik saja

Bungsu itu, tahu bagaimana menyimpan luka dalam tawa

Sampai-sampai dunia lupa bahwa ia tak sekuat yang dikira

Dipaksa mengalah sampai akhirnya lelah

Bahkan suaranya nyaris hilang oleh harapan, yang katanya “sabar masih kita usahakan”

Tak ada bantahan hanya diam dalam kesunyian

Bagi si Bungsu keluarga adalah segalanya yang ia punya

Namun, di balik itu menjauh adalah satu-satunya cara untuk menemukan dirinya

Banyak hal yang ingin disampaikan

Tapi nyatanya tak bisa terungkapkan

Nyaris terpendam dalam kebisingan pikiran

Satu harap yang selalu tercatat

“Tetaplah hidup demi membanggakan raga yang menua orang tua”

Walau tertatih tapi tak ingin berhenti

Demi mimpi yang dipikul dalam sunyi

Menciptakan senyum yang terukir di lengkung pipi

.

.

Dan diri lain si bungsu berkata;

bersabarlah pelangi akan segera tiba

Dewi Muslihatun Fauzia

Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2025
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Login